Negatif dan Positif Dari Pandemi Covid-19 Bagi Pendidikan Bangsa Indonesia
Oleh: Erni Cahyawati
Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak bagi
keseluruhan baik itu ekonomi pendidikan menuai masalah dan problematika bukan
hanya terjadi di Indonesia namun diberbagai negara pun terjadi namun disini
saya akan membahas mengenai pandemi Covid-19
yang sedang melanda di bangsa Indonesia sehingga mempengaruhi pendidikan di
Indonesia. Sebelum itu mari kita ketahui lebih lanjut apa itu covid-19 . Virus Corona atau severe
acute respiratory syndrome Corona Virus adalah virus yang menyerang sistem
pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut
COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan
pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga
kematian. Orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki masalah medis seperti
tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, lebih mungkin terkena
penyakit serius. Orang dengan demam, batuk dan kesulitan bernapas harus
mendapat perhatian medis.Menurut WHO, virus corona COVID-19 menyebar orang ke
orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang
batuk atau menghembuskan nafas. Tetesan ini kemudian jatuh ke benda yang
disentuh oleh orang lain.Orang tersebut kemudian menyentuh mata, hidung, atau
mulut. Berdasarkan studi yang ada saat ini belum ditemukan penyebaran COVID-19
melalui udara bebas. Selain itu Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus
corona itu sendiri. Khusus untuk COVID-19, masa inkubasi belum
diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala yang timbul setelah 2-14 hari
setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Di samping itu, metode transmisi
COVID-19 juga belum diketahui dengan pasti. Awalnya, virus corona jenis
COVID-19 diduga bersumber dari hewan. Virus corona COVID-19 merupakan
virus yang beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan
kelelawar. Sebenarnya virus ini jarang sekali berevolusi dan menginfeksi
manusia dan menyebar ke individu lainnya. Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi
bukti nyata kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan, kini
penularannya bisa dari manusia ke manusia. karena begitu bahanya Covid-19 ada pula yang perlu kita
lakukan karena sampai saat ini penyakit covid19 ini sangatlah berbahaya
meskipun angka kematian jauh lebih tinggi kepada usia lansia kita perlu juga
menghindari agar tidak terjangkit penyakit ini. Karena adanya Covid-19 akhirnya pemerintah
mengeluarkan mengenai bahwa sekolah kuliah diliburkan sementara tetapi diganti
dengan #belajardirumah karena itulah pembelajaran tetap diadakan dan
dilaksanakan dalam kegiatan online/daring namun tujuan belajar dirumah tidak berjalan
dengan baik, maka timbulah berbagai masalah, seperti Banyak para siswa yang
menyalahgunakan belajar dirumah untuk bermain game online di warnet,
berbelanja, dan bermaen ketempat-tempat keramaian, yang berdampak pada
munculnya masalah sosial baru akibat
dari penyalahgunaan belajar dirumah untuk melakukan hal-hal yang tidak taat
akan sosial distancing. Untuk mengupayakan keefektifan belajar dirumah, terkait
hal itu pemerintah bersosialisasi dan menindak tegas bagi siswa yang ketauan
tidak belajar dirumah, seperti siswa bermaen game online di warnet, remaja
belanja di mall dan membuat kerumunan. pemerintah meminta untuk penutupan
warnet, hingga mengatur pengoperasian jam buka tempat-tempat keramaian seperti
tempat perbelanjaan, dan hiburan. Proses Interaksi yang melibatkan anak dan
remaja dalam kajian Sosiologi disebut proses sosialisasi. Sosialisasi lembaga
pemerintah melalui kegiatan yang bertujuan pelajar dan remaja mematuhi himbauan
pemerintah yaitu harus mematuhi kaidah social distancing yang berlaku didalam
masyarakat ditengah wabah virus corona seperti ini. Tujuan pokok adanya
sosialisasi itu bukanlah semata-mata agar social distancing itu dapat
dimengerti tetapi lebih dari itu agar bersikap dan bertindak sesuai dengan
aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat
dalam semua kalangan masyarakat agar
menghargai aturan social distancing. Kemendikbud saat ini berdasarkan
keterangan secara resminya, siap dengan semua skenario termasuk penerapan
bekerja bersama-sama untuk mendorong pembelajaran secara daring (dalam
jaringan) atau online untuk para siswa. Hal tersebut sebagai upaya agar para
siswa tetap belajar di rumah. Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan
(Kemendikbud) menyiapkan sejumlah dukungan untuk memperlancar proses tersebut.
Kemendikbud sendiri mengembangkan aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis
portal dan android Rumah Belajar. Portal Rumah Belajar dapat diakses di
belajar.kemdikbud.go.id. Saat ini berdasarkan informasi bahwa kemendikbud turut
menggandeng beberapa platform belajar online yakni Kelas Pintar, Sekolahmu,
Zenius, Ruang Guru, Quipper, Google Indonesia dan Microsoft. Setiap platform
akan memberikan fasilitas yang dapat diakses secara umum dan gratis. Pandemi
corona ini memang sebuah ujian yang berat bagi seluruh bangsa, menguji
kemampuan semua bangsa untuk dapat mengambil hikmah dengan terus berupaya dan
berikhtiar mencari solusi pada setiap masalah yang ada. Sebagai bangsa yang
besar, indonesia harus mempu melalui segala masalah yang ada. Hal ini dibuktikan
dengan indonesia siap dengan segala kemungkinan, dengan lahirnya teknologi
karya anak bangsa untuk memberikan layanan pendidikan secara daring atau
online. Dengan harapan bangsa ini menjadi bangsa yang teruji dan layak untuk
menjadi bangsa yang hebat suatu saat. Selain itu dampak dari belajar dirumah
ada negatif dan positif diantaranya Berikut adalah dampak positif dan negatif
pada kegiatan belajar online di rumah: Dampak
Positif Mendapatkan berbagai macam bentuk materi dengan sangatlah mudah dan
juga belajar melakukan pengevaluasin daripada pembelajaran sendiri yang
dimanapun kita berada, baik itu dapat dilakukan pada kampus hingga berbagai
tempat umum lainnya. Pembelajar
online akan melakukan pemudahan daripada siswa untuk mendapatkan pendidikan dari
manapun untuk kmealkukan pendidikan dimana yang dimana mereka ingingkan tanpa
memiliki sebuah kendala biaya, waktu hingga tempat.Dampak Negatif Banyaknya orang yang dimana tidak melakukan
pemanfaatan terhadpa waktu daripada pembelajaran online maupun kurang melakukan
pemanfaatan dari kegiatan untuk belajar online, sehingga kita akan mendapatkan
berbagai macam bentuk waktu daripada belajar online dengan membuka facebook. Semakin banyaknya orang yang dimana
akan melakukan penyalahgunaan daripada sistem belajar online sehingga waktu
yang akan digunakan menjadi kurang penting dan merugikan pembelajar itu
sendiri. Yang Perlu Diperhatikan juga dalam Strategi belajar di rumah, sudah
tepat, setidaknya dari sisi kesehatan. Namun untuk efektivitas pembelajaran, ia
menilai perlu ada yang dipersiapkan sekolah dan guru guru.Menurutnya guru harus
proaktif dan kreatif agar bisa menggelar kegiatan belajar-mengajar sama
efektifnya dengan tatap muka. Strateginya harus dipetakan oleh bapak dan ibu
guru. Maka itulah yang kemudian diserahkan dalam bentuk soal saja, dari hasil
pengamatan itu artinya untuk mengejar target kurikulum. Ini adalah home
learning yang selama ini ada di dalam kelas reguler karena kondisi darurat,
terang dia. Selain guru, ia menjelaskan orangtua pun harus ikut memantau si
anak belajar di rumah. Belajar di rumah itu bukan libur, bukan berarti enggak
ada aktivitas literasi. Ini yang perlu dipahami. Tetap belajar dengan target
yang sudah ada di kurikulum, terang dia.Tantangan lebih besar akan muncul jika
kebijakan ini diterapkan di daerah dengan infrastruktur internet dan teknologi
yang kurang memadai seperti di desa-desa. Sekolah-sekolah yang tidak memiliki
fasilitas pembelajaran online ini akan mengalami kesulitan dalam mengejar ketertinggalan
materi pembelajaran, Hal serupa berlaku bagi peserta didik yang kurang memiliki
akses terhadap teknologi dan internet. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah
memberikan pekerjaan rumah banyak kepada peserta didik, meskipun metode ini
tidak semaksimal online learning, dan disetor saat kelas tatap muka kembali
digelar.Selain itu, masalah lain yang perlu diperhatikan adalah, para siswa
juga akan mengalami kesulitan untuk melakukan konsultasi dengan guru terutama
untuk pelajaran yang dianggap membutuhkan penjelasan dan pemahaman yang lebih
mendalam, misalnya matematika. Selain itu Atur waktu belajar dengan teratur.
Kerjakan dengan fokus tugas yang dibebankan guru atau dosen. Hal ini lebih
mudah dijalani jika pihak sekolah atau universitas memberikan batasan jadwal
akses daring kepada murid-muridnya. Hal ini akan berbeda jika penyedia layanan
pendidikan memberikan fleksibilitas penuh kepada pelajar. Para siswa mesti
mengatur sendiri jadwal belajar mereka. Bagi orang-orang yang belum terbiasa
belajar mandiri, biasanya akan mengerjakan tugas-tugas sekolah atau kuliah di
menit-menit terakhir tenggat waktu yang ditetapkan. Oleh sebab itu, membiasakan
diri untuk belajar dan mengerjakan tugas di awal waktu adalah keterampilan yang
mesti ditanamkan kepada siswa yang melakukan remote learning. Persiapkan
Teknologi yang Dibutuhkan Para murid atau mahasiswa harus mengetahui
peralatan-peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan pembelajaran jarak
jauh. Tidak semua kampus sudah menyediakan layanan belajar daring yang memadai,
oleh karenanya beberapa platform belajar daring dapat menjadi alternatif. Demikian
juga perkakas teknologi seperti komputer, gawai pintar, atau tablet menjadi
penting, dan terutama juga jaringan internet yang baik sekian mengenai proses
pembelajaran serta pendidikan Indonesia di tengah pandemi covid19'
Komentar
Posting Komentar