Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pendidikan di Indonesia


#Opini 
      Pada saat ini negara kita indonesia sedang dilanda musibah yaitu pandemi corona. seperti yang kita ketahui,situasi di negara indonesia semakin serius,bisa kita lihat dari informasi pada tanggal 07 mei 2020 masyarakat yang sudah terkonfirmasi covid-19 sudah 12.776 orang ( Update covid-19 RI di Line today). tentu kondisi ini sungguh mengkhawatirkan,sehingga pemerintah menerapkan beberapa kebijakan sebagai usaha untuk memutus rantai penyebaran covid-19 lebih luas. kebijakan yang diambil oleh pemerintah yaitu mulai dari lockdown diberbagai daerah yang zona merah, penerapan PSBB,hingga kebijakan dalam dunia pendidikan sendiri,mulai dari belajar di rumah dengan menggunakan sistem pembelajaran Daring hingga meniadakan Ujian Nasional di tengah pandemi Corona ini.
     Kebijakan belajar dirumah dengan menggunakan sistem daring ini tentu menimbulkan kelemahan dan kelebihan. Adapun kelemahan dari penerapan kebijakan ini yaitu peserta didik kesulitan dalam mengakses materi pembelajaran karena kesulitan untuk mendapatkan akes internet yang bagus karena di indonesia masih banyak daerah yang mengalami ketimpangan sosial sekalipun dari segi mengakses internet,bahkan terjadi kasus terjadi peserta didik mengalami kecelakaan dalam mencari sinyal untuk mengakses materi ia mencari tempat tinggi,namun ia mengalami kecelakaan. selain itu, orang tua juga mengalami kesulitan dalam menyediakan kuota internet untuk anak-anak mereka karena ditengah pandemi corona ini,penghasilan masyarakat khusus nya masyarakat ekonomi menengah ke bawah menjadi sulit,karena pendapatan yang mereka dapatkan tidak menentu. Orang tua juga kesulitan dalam membantu anak-anak mereka di rumah dalam mengerjakan tugas-tugas yang di berikan oleh guru ataupun dosen,karena latar belakang pendidikan orang tua nya. selain itu,guru dan dosen pun sedikit kesulitan dalam memantau mana peserta didik yang benar-benar serius dan yang tidak serius dalam serta seberapa pajam materi yang dipahami oleh peserta didik dalam pelaksanaan belajar daring ini.Anak-anak juga sedikit kesulitan dalam bersosialisasi dilingkungan masyarakat karena penerapan kebijakan social distancing,sehingga anak-anak harus membatasi diri untuk bermain di lingkungan sekitar bersama teman-teman nya.
     kebijakan belajar dirumah juga memiliki kebijakan yaitu,peserta didik memiliki waktu atau Quality time bersama keluarga lebih banyak. peserta didik juga diajarkan untuk memanfaatkan teknologi yang ada untuk menunjang sarana pembelajaran mengingat peserta didik yang dituntut untuk mampu adaptif terhadap kemajuan teknologi yang diharapkan mampu menumbuhkan sikap kritis pada peserta didik sebagai tantangan di era revolusi 4.0 di masa mendatang. Selain itu,keunggulan belajar dirumah yaitu efektifitas waktu dan tempat,disini peserta didik,guru,ataupun dosen bisa menghemat waktu untuk kesekolah ataupun kampus dengan mengikuti proses belajar dirumah. tentu hal ini sangat membantu bagi mereka yang tinggal di kota besar dengan permasalahan kemacetan. selain itu,peserta didik juga mampu mengembangkan minat serta bakat yang dimiliki dari pengalaman di tengah pandemi corona ini,misal nya peserta didik menciptakan handsanitizer yang terbuat dari bahan-bahan yang mudah di temukan di lingkungan sekitar nya. tidak hanya keserta didik,Guru dan Dosen pun mampu mengembangkan media pembelajaran yang bagus dan menarik untuk peserta didik nya. Sehingga peserta didik dapat mudah dalam mengakses materi dan materi nya pun dapat diulang kembali bagi peseta didik yang belum paham dengan materi nya.
      kebijakan selanjut nya yaitu penghapusan Ujian Nasional,memang kebijakan ini sudah di canangkan oleh menteri pendidikan indonesia yaitu Nadiem Kariem,dimana kebijakan ini rencana nya akan di terapkan atau dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang. Namun akibat serius nya kondisi indonesia karena pandemi corona saat ini,Ujian Nasional atau UN 2020 resmi di tiadakan. Hal ini dilakukan demi pencegahan atau sebagai upaya untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona yang menyebabkan covid-19. Penghapusan Ujian Nasional 2020 ini juga hasil dari kesepakatan antara DPR dengan Kementerian pendidikan dan kebudayaan. Selain itu,penghapusan Ujian Nasional ini juga merupakan hasil keputusan dari presiden joko widodo guna mencegah penyebaran virus corona. Menurut beliau keputusan ini sebagai bagian dari sistem respons wabah covid-19, yang salah satu nya adalah pengutamaan keselamatan rakyat. seperti yang telah disampaikan bahwa sistem respons covid-19 harus menyelamatkan kesehatan rakyat,daya tahan sosial,dan dunia usaha.
penerapan kebijakan penghapusan Ujian Nasional memiliki kelemahan dan kelebihan. Adapun kelemahan dari kebijakan ini yaitu pemerintah akan kesulitan dalam mengukur evaluasi belajar peserta didik dan tingkat kemajuan pendidikan nasional. pemerintah akan kesulitan dalam melakukan pemerataan terhadap kualitas pendidikan di tiap daerah,karena tingkat kesulitan soal-soal ujian nasional dan kriteria kelulusan yang dibuat oleh pemerintah daerah akan berbeda-beda. Minat dan ketekunan peserta didik untuk belajar kemungkinan akan turun karena merasa tidak ada syarat kelulusan yang seketat dengan ujian nasional dari pemerintah. Dengan di hapuskan nya Ujian Nasional,peserta didik kehilangan satu motivasi dan alasan untuk belajar lebih serius. peserta didik juga rentan kehilangan motivasi untuk mempelajari bab-bab yang sudah lama tidak di pelajari. Dan bagi orang tua sendiri,tingkat kelulusan peserta didik disebuah sekolah biasa nya menjadi tolak ukur orang tua dakam memilih sekolah untuk anak nya. Dengan meniadakan Ujian Nasional maka para orang tua aka  kesulitan dalam menilai kualitas pendidikan di sebuah sekolah.
   Selain itu, penerapan penghapusan Ujian Nasional juga memiliki beberapa kelebihan diantara nya yaitu, Dengan meniadakan Ujian Nasional dapat mengurangi beban anggaran pemerintah untuk menyelenggarakan Ujian Nasional. Pada data tahun 2015,untuk menyelenggarakan UN, Pemerintah mengeluarkan dana sebesar 560 miliar rupiah. jika pemerintah tidak lagi menyelenggarakan UN,maka dana ini dapat di salurkan untuk pemerataan sarana maupun fasilitas sekolah yang kurang memadai. selain itu,Guru dan sekolah merasa lebih dihargai oleh pemerintah karena mempercayakan penilaian kelulusan peserta didik di tangan mereka dan kesuksesan sekolah dan para guru tidak lagi di nilai hanya dari berhasil atau tidak nya mereka meluluskan peserta didik nya dalam ujian nasional. Dengan meniadakan ujian nasional juga dapat membantu peserta didik untuk mengurangi beban psikologis nya terhadap bayang-bayang kegagalan dalam ujian sehingga mereka dapat lebih fokus ke mata pelajaran ataupun bidang yang lebih di minati atau dikuasai. selain itu,kelebihan meniadakan ujian nasional,banyak orang tua memiliki anak yang memiliki bakat dan prestasi sangat baik disuatu bidang,namun memiliki kekurangan dalam mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional. Dengan meniadakan UN ,orang tua dapat lebih mudah membimbing anak nya untuk lebih fokus di bidang yang menjadi kelebihan si anak. Namun bagaimanapun keadaan nya kita harus bisa belajar mandiri dari pengalaman-pengalaman yang dimiliki dan belajar dari lingkungan ,serta mampu memotivasi diri untuk terus belajar.




Sketsa warna rupa dari sang kata-kata

Tentang Penulis: Wayan Widiani Ia merupakan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sosiologi  S1, Universitas Pendidikan Ganesha-Singaraja- Bali. Hobi menulis. Ia juga  Aktif di Organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)  Periode 2020/2021. 

Komentar