DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENDIDIKAN INDONESIA
#Opini
Seperti
yang kita ketahui pandemic covid-19 di indonesia belum juga usai, bahkan
terdapat lonjakan jumlah korban terkonfiirmasi positif dalam beberapa bulan
terakhir. Sampai 3 april 2020 kmarin saja sudah sekitar 11.000 lebih masyarakat
yang positif corona. Banyak dampak yang ditimbulkan oleh adanya pandemic
penyakit seperti halnnya yang terjadi sekarang. Mulai dari dampak ekonomi
negara dan juga masyarakat yang terganggu, kegiatan pariwisata yang terhenti, aktifitas
masyarakat yang terbatas, dan juga pendidikan yang dialihkan menjadi daring
atau belajar dalam jaringan. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan, bahwa bencana pandemic virus corona
SARS-CoV2 (Covid-19) yang terjadi di tanah air membuat kegiatan belajar mengajar
(KBM) yang biasa diadakan di dalam kelas sekarang terpaksa ditiadakan. Meski
murid-murid sekarang belajar di rumah , bukan berarti kegiatan belajar mengajar
tidak diadakan namun, (KBM) 100 persen
dilakukan secara dalam jaringan (daring). Nadiem juga mengatakan bahwa
pihaknya meminta para guru dan para peserta didik supaya bisa beradaptasi dalam
pembelajaran menggunakan sistem daring. Di satu sisi, ia menegaskan belajar
dari rumah bukan berarti 100 persen diterapkan menggunakan sistem online.
Ia menegaskan, pengumpulan tugas atau KBM bisa dilakukan dengan cara lain.
Adapun
alasan yang kuat untuk meniadakan pembelajaran di kelas adalah untuk memutus
mata rantai penyebaran viru covid-19. Karena menghindari atau tidak berada di
tengah keramaian merupakan salah satu langkah untuk mencegah dan mengantisipasi
agar tidak tertular virus corona. Sudah banyak peraturan dan kebijakan
pemerintah untuk menanggulangi dan mencegah menyebarnya virus tersebut, dan
salah satu langkah yang dilakukan dalam bidang pendidikan adalah menerapkan
pembelajaran daring, sehingga peserta didik tetap di rumah saja dan tidak
keluar rumah sehingga mencegahnya untuk berinteaksi dengan banyak orang.
Banyak
pihak yang setuju dengan dilakukannya pembelajaran online untuk mengganti (KBM)
yang ditiadakan di dalam kelas, menurut mereka hal tersebut membantu para
peserta didik tidak ketinggalan materi dan pembelajaran meskipun sedang berada
di rumah saja dan pembelajaran secara online ini dinilai mudah dan dapat
dilakukan holeh hampir semua masyaraat indonesia mengingat masyarakat indonesia
setiap harinya berinteraksi dengan gadget atau smartphone, jadi pembelajaran
secara daring ini dinilai sesuai dan cocok dengan masyarakat indonesia. Namun
ada juga yang berpendapat tidak setuju dengan adanya membelajaran daring, salah
satu alasannya adalah tidak semua daerah di indonesia dapat mengakses internet
dan tidak semua orang tua siswa dapat memfasilitasi anaknya dengan internet,
smartphone,maupun gadget karena orang tua para peserta didik di indonesia
berasal dari latar belakang ekonomi dan daerah tempat tinggal yang beragam. Dalam
pembelajaran daring ini tidak sedikit orang tua siswa yang mengelah tentang
kesulitan mereka baik dalam mendampingi maupun memfasilitasi anak mereka untuk
mengikuti pembelajaran daring. Keluhan masyarakat tentang pembelajaran daring
bukan hanya tentang kesulitan dan terbatasnya infrastruktur dan fasilitas yang
mereka miliki tetapi ada juga yang mengeluhkan tentang banyaknya tugas yang di
berikan saat pembelajaran daring ini, padahal yang harusnya ditekankan pada
saat pembelajaran daring adalah tentang memfokuskan edukasi tentang virus
covid-19 agar mereka lebih mawas diri dan berhati-hati dalam berkegiatan,
memberi tugas saat pembelajaran daring buankah suatu larangan namun, alangkah
bijaknya jika tugas yang diberikan sesuai dengan kemampuan peserta didik saat
berada di rumah. Banyak peserta didik yang merasa jenuh dan juga bosan karena
harus tetap berdiam diri dirumah, mereka menilai bahwa belajar di sekolah lebih
menyenangkan karena selain mereka bisa bertemu langsung dengan guru sehingga
memaksimalkan proses pemahaman materi yang diberikan mereka juga merasa senang
bisa berinteraksi dengan lingkungan dan sosialnya disekolah.
Solusi atau saran yang bisa
diberikan untuk keluhan orang tua siswa mengenai proses pembelajaran daring
anaknya adalah dengan cara menanyakan kepada orang tua tentang dimana letak
kendala dan kesulitan yang di alami saat mendampingi anaknya dalam pembelajaran
daring, langkah berikutnya adalah jika sudah mengetahui apa kendala atau
kesulitan yang menghambat, harus dilakukan diskusi tentang bagaimana cara
terbaik agar pembelajaran daring tersebut tetap berjalan dengan semestinya,
misalnya saja jika anak tersebut mengalami kejenuhan atau bosan dengan materi,
maka orang tua anak tersebut bisa menghubungi guru terkait agar bisa melakukan
pendampingan dan melakukan pembelajaran via video call dan bisa juga diselingi
dengan permaian atau games agar anak tersebut tidak jenuh.
Dan metode yang cocok atau sesuai
untuk digunakan pada saat pembelajaran daring adalah metode yang bisa mengembangkan daya
kreatifitas dan juga daya nalar anak didik tersebut, misalnya saja bisa dengan
cara memberikan tugas berupa aktifitas menanam bunga atau tanaman atupun tugas
seperti menggambar yang bisa dilakukan di rumah bersama orang tua. Metode kedua
adalah bisa dengan menggunakan metode yang bernama learn and play yaitu bermain
sambil belajar, yang mana tujuan diadakannya metode pembelajaran seperti ini
adalah untuk mengajak anak agar tidak bosan selama pembelajaran daring yang
dilakukan dirumah tersebut.
Banyak
hal positif yang dapat kita ambil dari diberlakukannya pembelajaran daring
tersebut. Misalnya saja dengan diadakannya pembelajaran daring dapat
mendekatkan atau mengeratkan hubungan anak dengan keluarga, karena sebagian
besar kegiatan dilakukan di dalam rumah. Hal positif selanjutnya adalah orang
tua bisa melakukan penghematan terhadap pengeluaran anak, dan juga pembelajaran
di rumah bisa mengurangi rasa khawatir orang tua tentang makanan yang
dikonsumsi anaknya saat di sekolah, jika di rumah orang tua juga bisa memantau
perkembangan prilaku dan kemampuan anak. Namun sebaiknya lebih kurangi saja
pemberian tugas yang banyak dan cenderung membebani peserta didik maupun wali
murid. Jika ingin memberikan tugas bisa berupa tugas yang dalam jumlah yang
sesuai.

Komentar
Posting Komentar